SELAMAT DATANG DI SAUNG "SUGOI"

Pupuk alami yang kaya dengan nutrien menjadikan tanaman anda subur dan produksi semakin baik

Bersama kami mari kita melangkah untuk lebih maju, memperbaiki lingkungan, meningkatkan hasil pertanian yang lebih baik. Pertanian Organik Pertanian Masa Depan.

Jumat, 06 April 2012

BUDIDAYA PADI SAWAH

BUDI DAYA PADI SAWAH NON HIBRIDA DILAHAN SAWAH TADAH HUJAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2 : 1 DAN 4 :1 
STUDI KASUS di KECAMATAN ANYAR KABUPATEN SERANG BANTEN



  • Persiapan Lahan
Sebelum padi ditanam dilahan, terlebih dahulu tanah sawah di bajak sedalam 20-30 cm. Pematang dibersihkan pula dari rumput dan telur-telur keong mas. Pada saat proses pembajakan awal telah selesai tanah kemudian di garu untuk dihaluskan agar mudah ditanami padi, kemudian diratakan. Buat kemalir disisi petakan untuk menggiring keong agar mudah dikendalikan sehingga tidak mengganggu tanaman.
  • Persiapan Persemaian
Lahan untuk persemaian disiapkan sesuai dengan luasan lahan dan benih yang dibutuhkan, untuk luasan lahan 1 ha dibutuhkan luas semaian 400 M2 atau 4 % dari lahan yang akan ditanami. Benih yang dibutuhkan untuk 1 ha antara 22 – 25 Kg ( 5 kantong benih ukuran 5 Kg/kantong ).
  •   Persiapan Benih
Sebelum disebar pastikan benih yang akan ditanam adalah benih unggul, bersertifikat dan bermutu. Jangan dibiasakan mengunakan benih turunan hasil panen. Ciri-ciri benih yan baik bias dilihat dari bentuk fisiknya yang mengkilap bersih dan berisi. Untuk memilih benih yang baik lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Siapkan air , garam dan telur bebek.
  2. Masukan garam dan telur bebek kedalam air, perhatikan telur bebek jika masih tenggelam tambahkan garam sampai telur terapung.
  3. Setelah telur telah terapung, ambil dan masukan benih yang telah disiapkan, benih yang tenggelam adalah yang bagus untuk ditanam sedangkan yang mengapung dibuang.
Benih direndam selama 8 jam pada larutan SUGOI konsentrasi 3-4 ml/lt air, ditiriskan,  kemudian di peram 24 – 36 jam yang biasa di sebut proses togenisasi dalam wadah karung goni, tampah yang ditutup daun pisang. Untuk mencegah serang hama penyakit benih dapat disemprot dengan larutan insektisida dan fungisida dengan konsentrasi 0,1%/ lt.
  • Penanaman
Dalam metode tanam pindah atau TaPin umur benih siap dipindahkan antara 14-21  hari selama disemaian. Ada baiknya disemprot insektisida terlebih dahulu 2 hari sebelum tanam dengan konsentrasi 0,1 %/ Lt. persiapan sebelum tanah hendaknya lahan sawah di garit terlebih dahulu menggunakan kencaan . ukuran kencaan 20 cm. dengan system tanam legowo 2 : 1 ( jarak tanam 20 x 10 cm ) akan menghasilkan populasi tanaman sebanyak 333 ribu, sedangkan legowo 4 : 1 ( jarak tanam 20 x 10 cm ) akan menghasilkan populasi tanaman sebanyak 400 ribu setiap 1 ha. Jumlah benih yang ditanam tidak lebih dari 3 buah per lubang.
  •    Pemupukan
Dalam melakukan pemupukan untuk padi sawah sebaiknya petani mengenal dahulu 6 tepat dalam kegiatan pemupukan ( tepat jenis, sasaran, dosis, waktu, cara, dan mutu ). Ada 3 tahap pemupukan untuk tanaman padi yang baik dilakukan oleh petani untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
  1.   Pupuk Dasar
Dikatakan sebagai pemupukan dasar. Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang dan pupuk SUGOI. Bisa diberikan saat proses penggaruan yang kedua kalinya
     2.   Susulan ke-1
    Pupuk susulan pertama terdiri dari urea, NPK, serta penyemprotan SUGOI dosis sesuai rekomendasi, diberikan saat padi berumur 15 – 28 HST ( hari setelah tanam ) biasa dilakukan saat penyiangan ( gasrok )
         3.  Susulan ke-2
      Diberikan saat tanaman berumur 40 – 58 HST, yaitu NPK dan SUGOI dengan dosis sesuai rekomendasi.
      • Pemeliharaan
      Pemeliharaan rutin yang bisa dilakukan adalah pengamatan air, hama dan penyakit serta kebersihan lahan. Kondisi air saat bibit akan ditanam dan pemupukan adalah macak-macak, air mulai diberikan saat telah ditanam, dan setelah dipupuk dengan tinggi 5 cm. Setelah pemupukan kedua kondisi air dibiarkan tergenang  dan dibiarkan sampai dengan panen.
      • Pengendalian HPT
      Pengendalian Hama dan Penyakit mulai dilakukan sejak dipersemaian hingga panen, hal yang paling mudah dilakukan adalah pengamatan. Beberapa jenis hama yang paling sering menyerang adalah penggerek batang ( sundep, Beluk)  HPP, Wereng Coklat dan Hijau  pengendalian sesuai rekomendasi POPT, sedangkan penyakit Seperti Kresek, Blast dan Kerdil Rumput, Pengendalian sesuai rekomendasi POPT
      • Panen dan Pasca Panen
      Panen dilakukan ketika waktu telah cukup untuk dipanen, ciri yang mudah diketahui adalah ketika gabah sudah terisi penuh dan menguning dan sebagian daun juga telah menguning. Panen dilakukan dengan cara di gebot menggunakan mesin perontok, maupun alat perontok sederhana. Dari beberapa percobaan demplot di areal sawah yang ada di Kecamatan Anyar diperoleh hasil rata-rata untuk varietas ciherang 6 – 7 ton/ha GKP, Varietas Inpari 10 8 – 9 ton/ha GKP, dan Hibrida DG 9 SHS 8 8 – 10 ton/ha GKP.

      Tidak ada komentar:

      Poskan Komentar